Kecerdasan Buatan Berbahaya untuk Manusia & Perkembangan AI hingga sekarang

11/23/2017 02:58:00 PM HalmyAK 0 Comments


sebuah program kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau disingkat AI) telah berhasil menaklukkan pemain-pemain profesional game populer Dota 2. Program kecerdasan buatan ini langsung menjadi sorotan publik setelah ditayangkan bermain secara live (Source: OpenAI) melawan dan mengalahkan salah satu pemain Dota 2 terbaik di dunia.




Program AI tersebut didalangi oleh perusahaan startup nonprofit bernama OpenAI yang dibangun oleh Elon Musk, CEO dan pendiri dari Tesla, SpaceX, dan Neuralink. Elon Musk telah bergelut dalam bidang AI sejak mendirikan Tesla di tahun 2003 (Source: Tesla), memproduksi mobil elektrik tanpa bahan bakar yang dapat mengemudikan diri sendiri tanpa bantuan manusia. Elon Musk mendirikan OpenAI pada tahun 2015 dengan tujuan untuk membangun AI yang berdampak positif bagi dunia dan mengutamakan kepentingan publik. Beliau juga baru saja mendirikan Neuralink, perusahaan yang bertujuan untuk menemukan alat yang dapat menghubungkan otak manusia dengan komputer.

berikut perkembangan AI dari tahun 1996 hingga sekarang.

Catur – Deep Blue (1996-1997)

Deep Blue adalah nama program AI milik IBM yang mempunyai kemampuan bermain catur setara dengan pemain kelas dunia. Pada saat itu, Garry Kasparov adalah pemain catur terbaik di dunia. Di babak pertama pada tahun 1996, Kasparov menang melawan Deep Blue dengan skor 4-2. Namun pada tahun 1997, IBM meminta rematch (pertandingan ulang) kepada Kasparov setelah melakukan perbaikan terhadap Deep Blue dan akhirnya berhasil mengalahkan Kasparov dengan skor 3.5-2.5 (0.5 poin diberikan kepada dua pihak apabila terjadi draw/seri). Ini menjadi sejarah dan prestasi pertama bahwa program AI dapat mengalahkan manusia di dalam permainan yang cukup kompleks seperti catur. Dibutuhkan metode yang sangat prima untuk mengajarkan program AI bermain catur dengan memprediksi langkah lawan dan menghitung resiko setiap gerakan yang diambilnya. Seringkali kesalahan gerakan tidak merugikan secara langsung, namun pelan-pelan terlihat dalam beberapa langkah selanjutnya, pemikiran yang sangat rumit untuk dilakukan oleh sebuah program komputer. Walaupun beredar rumor bahwa ada kecurangan dalam permainan di babak kedua yang dilakukan oleh tim IBM (Source: Time), adanya program AI yang dapat mengimbangi pemain catur dunia sudah menjadi prestasi yang gemilang pada jaman itu.


Image result for Catur – Deep Blue

Jeopardy – Watson (2011)

Jeopardy adalah sebuah game dan acara televisi dimana kontestan diberikan sebuah pertanyaan seputar dunia dan harus menjawabnya. Pertanyaan dan jawaban dalam Jeopardy menggunakan Bahasa Inggris, tantangan yang sangat besar bagi sebuah program komputer. Tetapi Watson, program AI milik IBM, telah membuktikan bahwa ia berhasil menang melawan dua pemain terbaik dan juara bertahan Jeopardy, yaitu Ken Jennings dan Brad Rutter (Source: The New York Times). Watson mampu belajar dan mengingat berbagai macam informasi seputar dunia dari banyak sumber informasi digital, lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam waktu yang sangat singkat saat bermain game Jeopardy. Hal ini membuktikan bahwa komputer telah dapat memahami bahasa manusia secara mendalam, sesuatu yang terdengar seperti mimpi. Bayangkan, pada suatu hari nanti kita akan dapat berdialog dengan komputer atau robot menggunakan bahasa sehari-hari seperti Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. 

Image result for Jeopardy – Watson

Go – AlphaGo (2016)

Go adalah permainan menggunakan papan (seperti catur) yang berasal dari China 3000 tahun silam. Peraturannya sangat sederhana, setiap pemain bergiliran untuk meletakkan batu putih atau hitam di atas papan, berusaha untuk menangkap batu milik lawan atau mengelilingi daerah kosong untuk mendapatkan poin. Akan tetapi ada banyak pilihan langkah dalam bermain Go, yaitu ada 10^170 (10 dengan 170 banyaknya angka nol) kemungkinan konfigurasi papan. Ini berarti Go adalah permainan yang 10^100 (10 dengan 100 banyaknya angka nol) kali lebih kompleks dibanding catur (Source: DeepMind). Program AI AlphaGo dibuat oleh tim Google DeepMind, menggunakan teknik artificial neural network atau jaringan syaraf buatan. Metode ini meniru jalannya informasi di jaringan syaraf otak manusia. Program AI ini belajar bermain Go dengan cara bermain dengan dirinya sendiri ribuan kali dan berusaha mencari kelemahan dan kesalahan diri sendiri. Lalu program AI ini akan membenahi strateginya dan belajar dari kesalahan, pelan-pelan menjadi lebih baik dan akhirnya melampaui kemampuan pemain manusia kelas dunia. Di Seoul, Korea Selatan, tahun 2016, AlphaGo berhasil mengalahkan pemain Go professional, Lee Sedol, dengan skor 4-1. Pertandingan ini telah dilihat lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia. Selain itu, AlphaGo baru saja bertanding dan menang melawan pemain Go nomor satu di dunia, Ke Jie (Source: Wired).

Image result for Go – AlphaGo

Dota 2 – OpenAI (2017)

Kemenangan dan kemajuan AI dalam permainan Dota 2 adalah pertanda bahwa artificial general intelligence (AGI) atau kecerdasan umum buatan telah semakin dekat. AGI adalah kecerdasan AI dimana dia dapat melakukan tugas apapun yang dapat dilakukan oleh manusia. Permainan Dota 2 adalah permainan yang amat sangat rumit (jika dibandingkan catur, Jeopardy, dan Go) dan sangat mirip dengan dunia nyata. Di dalam Dota 2, pemain dapat mengontrol sebuah karakter (hero) yang dapat berjalan dengan bebas di dalam dunia 2D, dan melakukan berbagai aksi seperti membeli barang, bersembunyi di balik pohon, menggunakan kekuatan rahasia, membunuh monster, dan membunuh hero lawan. Dota 2 tergolong permainan yang rumit bahkan untuk manusia sekalipun (Source: OpenAI).

Yang lebih mengerikan lagi, program AI milik OpenAI ini tidak pernah diajari cara bermain Dota 2 atau pun melihat pemain manusia yang sedang bermain. Program AI ini dibiarkan bermain melawan diri sendiri (seperti AlphaGo) tanpa instruksi apapun (Source: Ars Technica). Jadi program tersebut berusaha untuk menjelajahi dunia dan melakukan segala aksi yang mungkin di dalam game sampai akhirnya menemukan cara-cara brilian untuk memenangkan pertandingan 1 vs 1 melawan pemain kelas dunia. Program tersebut juga menemukan teknik bermain yang lazim digunakan oleh pemain profesional tanpa diajarkan secara khusus (Source: OpenAI).

Dendi vs OpenAI

Pengembangan peranti lunak kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mengundang banyak perdebatan di lingkungan para ahli. Ketika peranti lunak memiliki kesadaran diri dan mampu mengembangkan diri di luar kendali manusia, hal ini akan membahayakan untuk manusia itu sendiri.

Related image

Elon Musk, adalah salah seorang yang menentang pengembangan kecerdasan buatan. Pria yang memiliki perusahaan penerbangan antariksa komersial SpaceX dan perusahaan mobil listrik Tesla Motors itu, memprediksi bahwa kecerdasan buatan akan menjadi hal yang berbahaya untuk manusia dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

"Ini bukan masalah yang tidak saya mengerti. Saya sudah terbiasa dengan teknologi dan sering membahas isu ini dalam beberapa bulan," kata Musk seperti dikutip dari Mashable, Selasa (18/11).


Menurutnya, kemajuan teknologi dalam membuat kecerdasan buatan kini semakin cepat dan manusia bisa saja terancam dengan kehadiran kecerdasan buatan ini di masa depan.

Elon Musk memang dikenal sebagai sosok yang sangat menentang teknologi kecerdasan buatan. Ini bukan pertama kalinya Musk mengatakan kecerdasan buatan adalah hal yang sangat berbahaya.

Sebelumnya, Musk berkomentar bahwa teknologi ini akan menjadi lebih berbahaya dari senjata nuklir bahkan ia memprediksi bahwa kecerdasan buatan akan menjadi "Terminator" yang dapat memusnahkan kehidupan manusia.

Menurut Musk, bukan dia saja yang mengkhawatirkan kecerdasan buatan. "Perusahaan yang mengembangkan kecerdasan buatan telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan. Mereka mengenali bahaya ini, tetapi percaya bahwa mereka dapat membentuk dan mengontrol super intelijensi digital dan mencegah hal yang buruk dalam proses melahirkan diri kecerdasan buatan di internet.

Musk dikenal sebagai pakar teknologi yang selalu memikirkan masa depan manusia. Ia membangun mobil listrik Tesla Motors dan penerbangan ruang angkasa komersial SpaceX dengan misi membangun kota di planet Mars sebagai "rumah baru" manusia.


Sumber :

0 comments: