Sistem Keamanan TI 4
Tugas IndividuMata Kuliah : Sistem Keamanan TI
Dosen : KURNIAWAN B.PRIANTO, S.KOM.SH.MM
Nama : Halmy Afrial Khozaldy
NPM : 13115006
Kelas : 4KA23
Resume Bab 10, 11 dan 12
Pengembangan Audit keamanan dalam sistem komputer
Jenis-jenis Kesalahan dan Penipuan:
1. Kesalahan pemrograman yang tidak disengaja
2. Kode program yang tidak sah
Jenis-jenis Prosedur Pengendalian:
1. Otorisasi manajemen atas pengembangan program dan persetujuan nya untuk spesifikasi pemrograman
2. Persetujuan pemakai atas spesifikasi pemrograman
3. Pengujian keseluruhan atas program yang baru
4. Pengujian penerimaan oleh pemakai
5. Dokumentasi sistem yang lengkap
Prosedur Audit-Tinjauan atas sistem:
1. Tinjauan independen dan bersaman atas proses pengembangan sistem
2. Tinjauan prosedur dan kebijakan pengembangan/perolehan sistem
3. Tinjauan otorisasi sistem dan prosedur persetujuannya
4. Tinjauan atas standar evaluasi pemrograman
5. Tinjauan atas standar dokumentasi program
6. Tinjauan atas pengujian program dan prosedur persetujuan pengujian
Prosedur Audit-Uji Pengendalian
1. Wawancara dengan pemakai mengenai keterlibatan mereka dalamperolehan/pengembangan serta implementasi sistem
2. Tinjauan atas notulen rapat tim pengembangan untuk mendapat bukti keterlibatan
3. Memverifikasi poin-poin penting penolakan manajemen dan pemakai dalam proses pengembangan
4. Tinjauan atas spesifikasi pengujian, data uji, dan hasil pengujian sistem
Pengendalian Pengimbang:
1. Pengendalian pemrosesan yang kokoh(kuat)
2. Pemrosesan secara independen data uji oleh auditor
Trusted Computing Group (TCG)
Trusted Computing Group (TCG) adalah organisasi nirlaba yang dibentuk untuk mengembangkan, menetapkan, dan mempromosikan standar terbuka untuk teknologi komputasi dan keamanan yang didukung perangkat keras, termasuk blok bangunan perangkat keras dan antarmuka perangkat lunak, di berbagai platform, periferal, dan perangkat.
Spesifikasi TCG akan memungkinkan lingkungan komputasi yang lebih aman tanpa mengorbankan integritas fungsional, privasi, atau hak individu.
Tujuan utamanya adalah untuk membantu pengguna melindungi aset informasinya (data, kata sandi, kunci, dan sebagainya) dari kompromi karena serangan perangkat lunak eksternal dan pencurian fisik.
TCG telah mengadopsi spesifikasi TCPA [Trusted Computing Platform Alliance] dan keduanya akan meningkatkan spesifikasi ini dan memperluas spesifikasi di berbagai platform seperti server, PDA, dan telepon digital. Selain itu, TCG akan membuat spesifikasi antarmuka perangkat lunak TCG untuk memungkinkan adopsi industri secara luas.
Digital rights management
Digital Rights Management atau manajemen hak digital dalah hiponim yang merujuk kepada teknologi pengaturan akses yang digunakan oleh para penerbit atau pemegang hak cipta untuk membatasi penggunaan suatu media atau alat digital. Istilah ini juga dapat diartikan sebagai pembatasan terhadap bagian tertentu dari suatu karya atau alat digital.
Secara luas, DRM saling tumpang tindih dengan perangkat lunak proteksi salinan (copy protection), namun istilah DRM biasanya digunakan untuk media kreatif (musik, film, dan lain-lain) sementara istilah proteksi salinan cenderung digunakan untuk mekanisme proteksi salinan di perangkat-perangkat lunak komputer.
Cara kerja DRM sukup simpel,DRM menggunakan enkripsi dengan bentuk sebuah tanda digital. Tanda tersebut seperti stempel yagn unik, memberitahu perangkat atau sistem operasi untuk dapat memainkannya atau tidak.
Jika perangkat atau sistem operasi pada komputer desktop atau laptop komputer anda tidak bermasalah dengan tanda tersebut pada file, maka file tersebut tidak dapat digunakan atau anda tidak bisa menginstall software tersebut.
Sebagai contoh ketika kita akan membuat copy dari file DVD dan hal tersebut tidak dapat kita lakukan padahal DVD tersebut dapat berjalan pada DVD player dan komputer , hal tersebut disebabkan oleh apa yang disebut DRM. DRM dapat memblokir sesuatu seperti ebook pada device selain dari ebook reader anda. hal ini dapat mencegah sesorang agar tidak membajak CD atau mengkorversi file audio dari satu format ke format yang lain. Atau juga dapat mencegah penginstalan software (seperti games) pada banyak komputer.
Kasus Keamanan Pada DRM
Pada tahun 1996, bermunculan banyak sekali pencipta DRM yang berusaha untuk mencoba peruntungan mereka. Kebanyakan dari mereka selalu berusaha untuk menciptakan teknologi yang bisa diimplementasikan di berbagai komputer pada umumnya serta di internet. Mungkin yang bisa menjadi pengecualian disini hanyalah Wave Systems yang menciptakan sebuah prosesor yang dinamakan EMBASSY. Dalam prosesor ini, terdapat sebuah DRM yang sudah dipasangkan di dalamnya. Tapi sayang, teknologi ini juga tidak terlalu banyak menuai sukses. Walau begitu, ada banyak pembuat periferal komputer yang menggunakan chip tersebut untuk dipasangkan ke dalam periferal komputer yang mereka buat.
Keadaan tersebut terus berlanjut hingga sekarang, di mana baik para developer dan publisher masih terus berusaha untuk menamengi produk mereka dengan DRM. Di saat yang bersamaan, para hacker juga masih terus berusaha untuk menjebol DRM yang telah diciptakan tanpa kenal lelah. Sejauh ingatan kami, ada beberapa DRM yang sampai sekarang masih cukup merajalela di dunia game. Ada SecuROM, SafeDisc, LaserLock dan masih banyak lagi. Apabila Kotakers mencoba mencari di google atau situs sejenisnya, Kotakers bisa menemukan sejumlah software yang bisa digunakan untuk memperdayai DRM seperti Daemon Tools, Anti-Blaxx dan Alcohol 120%.
Dari sudut pandang sebuah perusahaan developer dan publisher, sudah tentu penggunaan DRM ini merupakan langkah yang sangat tepat untuk bisa melindungi semua produk-produk mereka yang berharga. Kenapa kami katakan berharga? Karena memang itulah sumber pemasukan mereka yang paling utama. Yah, di samping sebagai pelindung aset utama mereka, mungkin juga mereka memiliki tujuan yang baik, yakni ingin menghentikan segala jenis praktik pembajakan yang ada di dunia. Bagaimana tidak, praktik pembajakan ini praktis telah membuat perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang hiburan seperti game, film dan musik ini ketar-ketir. Sejauh ini, kita mengetahui ada banyak sekali perusahaan yang terpaksa harus mengurangi jumlah pekerja mereka. Atau paling parah adalah mereka harus gulung tikar karena pemasukan yang mereka terima dari apa yang telah mereka kembangkan ternyata kurang memadai.
Trend Masalah Keamanan Kedepan dan Bioinformatika
Bioinformatika adalah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bioinformatika merupakan ilmu gabungan antara ilmu biologi dan ilmu teknik informasi (TI). Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi. Ilmu ini merupakan ilmu baru yang yang merangkup berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu komputer, matematika dan fisika, biologi, dan ilmu kedokteran , dimana kesemuanya saling menunjang dan saling bermanfaat satu sama lainnya. Ilmu bioinformatika lahir atas insiatif para ahli ilmu komputer berdasarkan artificial intelligence. Mereka berpikir bahwa semua gejala yang ada di alam ini bisa dibuat secara artificial melalui simulasi dari gejala-gejala tersebut. Berbagai kajian baru bermunculan, sejalan dengan perkembangan TI dan disiplin ilmu yang didukungnya. Aplikasi TI dalam bidang biologi molekul telah melahirkan bidang Bioinformatika. Kajian ini semakin penting, sebab perkembangannya telah mendorong kemajuan bioteknologi di satu sisi, dan pada sisi lain memberi efek domino pada bidang kedokteran, farmasi, lingkungan dan lainnya.
bioinformatika mencangkup ruang lingkup yang sangat luas dan mempunyai peran yang sangat besar dalam bidangnya. Bahkan pada bidang pelayanan kesehatan Bioinformatika menimbulkan disiplin ilmu baru yang menyebabkan peningkatan pelayanan kesehatan. Bioteknologi modern ditandai dengan kemampuan manusia untuk memanipulasi kode genetik DNA. Berbagai aplikasinya telah merambah sektor kedokteran, pangan, lingkungan, dsb. Kemajuan ilmu Bioinformatika ini dimulai dari genome project yang dilaksanakan di seluruh dunia dan menghasilkan tumpukan informasi gen dari berbagai makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup tingkat rendah sampai makhluk hidup tingkat tinggi.
Bioinformatika bukan hanya sekedar bagi seorang ahli biologi yang sedang menggunakan komputer untuk menyimpan dan mengambil data tapi tahap lebih dari itu, dimana komputer merupakan software dalam melakukan penelitian terhadap data biologis, yaitu:
a. Komputer dari sel-sel hidup
Usaha para ilmuwan untuk mengembangkan komputer dari selsel hidup mulai memperoleh hasil. Sejumlah ilmuwan di Universitas Princeton, Amerika Serikat berhasil menumbuhkan bakteri yang dapat bertingkah laku mirip komputer. Bakteri-bakteri tersebut saling merakit satu sarna lain membentuk formasi yang komplek sesuai instruksi yang diberikan pada kode genetiknya.
b. Forensik komputer
Kita tentu biasa mendengar mengenai ujian DNA yang dijalankan ke atas seseorang bagi mengenal pasti keturunan, penyakit dan sebagainya dalam industri perobatan dunia. Begitu juga ujian forensikyang dijalankan ke atas mayat-mayat bagi mengenalpasti pelbagai kemungkinan punca kematian dan faktor-faktor berkaitan.Bagaimanapun, sebenarnya teknologi forensik dalam bidang pengobatan juga kini telah diaplikasikan dalam dunia teknologi pengkomputeran digital yang semakin mencatatkan perkembangan pesat.
c. Bioinformatika berkaitan dengan teknologi database.
Pada saat ini banyak pekerjaan bioinformatika berkaitan dengan teknologi database. Penggunaan database ini meliputi baik tempat penyimpanan database seperti GenBank atau PDB maupun database pribadi, seperti yang digunakan oleh grup riset yang terlibat dalam proyek pemetaan gen atau database yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan
bioteknologi.
Bioinformatika masih belum dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini dapat dimaklumi karena penggunaan komputer sebagai alat bantu belum merupakan budaya. Bahkan di kalangan peneliti sendiri, barangkali hanya para peneliti biologi molekul yang sedikit banyak mengikuti perkembangannya karena keharusan menggunakan perangkat-perangkat bioinformatika untuk analisa data.Sementara di kalangan TI masih kurang mendapat perhatian. Ketersediaan database dasar (DNA, protein) yang bersifat terbukalgratis merupakan peluang besar untuk menggali
informasi berharga daripadanya.Database genom manusia sudah disepakati akan bersifat terbuka untuk seluruh kalangan, sehingga dapat di gali atau diketahui kandidat-kandidat gen yang memiliki potensi kedokteran atau farmasi.
SEJARAH
Bioinformatika pertamakali dikemukakan pada pertengahan 1980an untuk mengacu kepada penerapan ilmu komputer dalam bidang biologi. Meskipun demikian, penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika seperti pembuatan pangkalan data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologi telah dilakukan sejak tahun 1960an. Kemajuan teknik biologi molekuler dalam mengungkap sekuens biologi protein (sejak awal 1950an) dan asam nukleat (sejak 1960an) mengawali perkembangan pangkalan data dan teknik analisis sekuens biologi. Pangkalan data sekuens protein mulai dikembangkan pada tahun 1960an di Amerika Serikat, sementara pangkalan data sekuens DNA dikembangkan pada akhir 1970an di Amerika Serikat dan Jerman pada Laboratorium Biologi Molekuler Eropa (European Molecular Biology Laboratory). Penemuan teknik sekuensing DNA yang lebih cepat pada pertengahan 1970an menjadi landasan terjadinya ledakan jumlah sekuens DNA yang dapat diungkapkan pada 1980an dan 1990an. Hal ini menjadi salah satu pembuka jalan bagi proyek-proyek pengungkapan genom, yang meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan dan analisis sekuens, dan pada akhirnya menyebabkan lahirnya bioinformatika.
Perkembangan jaringan internet juga mendukung berkembangnya bioinformatika. Pangkalan data bioinformatika yang terhubungkan melalui internet memudahkan ilmuwan dalam mengumpulkan hasil sekuensing ke dalam pangkalan data tersebut serta memperoleh sekuens biologi sebagai bahan analisis. Selain itu, penyebaran program-program aplikasi bioinformatika melalui internet memudahkan ilmuwan dalam mengakses program-program tersebut dan kemudian memudahkan pengembangannya.
CABANG-CABANG YANG TERKAIT DENGAN BIOINFORMATIKA
Dari pengertian Bioinformatika yang telah dijelaskan, kita dapat menemukan banyak terdapat banyak cabang-cabang disiplin ilmu yang terkait dengan Bioinformatika, terutama karena bioinformatika itu sendiri merupakan suatu bidang interdisipliner. Hal tersebut menimbulkan banyak pilihan bagi orang yang ingin mendalami Bioinformatika.
Biophysics
Adalah sebuah bidang interdisipliner yang mengalikasikan teknik-teknik dari ilmu Fisika untuk memahami struktur dan fungsi biologi (British Biophysical Society). Disiplin ilmu ini terkait dengan Bioinformatika karena penggunaan teknik-teknik dari ilmu Fisika untuk memahami struktur membutuhkan penggunaan TI.
Computational Biology
Computational biology merupakan bagian dari Bioinformatika (dalam arti yang paling luas) yang paling dekat dengan bidang Biologi umum klasik. Fokus dari computational biology adalah gerak evolusi, populasi, dan biologi teoritis daripada biomedis dalam molekul dan sel.
Medical Informatics
Menurut Aamir Zakaria [ZAKARIA2004] Pengertian dari medical informatics adalah “sebuah disiplin ilmu yang baru yang didefinisikan sebagai pembelajaran, penemuan, dan implementasi dari struktur dan algoritma untuk meningkatkan komunikasi, pengertian dan manajemen informasi medis.” Medical informatics lebih memperhatikan struktur dan algoritma untuk pengolahan data medis, dibandingkan dengan data itu sendiri. Disiplin ilmu ini, untuk alasan praktis, kemungkinan besar berkaitan dengan data-data yang didapatkan pada level biologi yang lebih “rumit”.
Cheminformatics
Cheminformatics adalah kombinasi dari sintesis kimia, penyaringan biologis, dan pendekatan data-mining yang digunakan untuk penemuan dan pengembangan obat (Cambridge Healthech Institute’s Sixth Annual Cheminformatics conference). Kemungkinan penggunaan TI untuk merencanakan secara cerdas dan dengan mengotomatiskan proses-proses yang terkait dengan sintesis kimiawi dari komponenkomponen pengobatan merupakan suatu prospek yang sangat menarik bagi ahli kimia dan ahli biokimia.
Genomics
Genomics adalah bidang ilmu yang ada sebelum selesainya sekuen genom, kecuali dalam bentuk yang paling kasar. Genomics adalah setiap usaha untukmenganalisa atau membandingkan seluruh komplemen genetik dari satu spesies atau lebih. Secara logis tentu saja mungkin untuk membandingkan genom-genom dengan membandingkan kurang lebih suatu himpunan bagian dari gen di dalam genom yang representatif.
Mathematical Biology
Mathematical biology juga menangani masalah-masalah biologi, namun metode yang digunakan untuk menangani masalah tersebut tidak perlu secara numerik dan tidak perlu diimplementasikan dalam software maupun hardware. Menurut Alex Kasman [KASMAN2004] Secara umum mathematical biology melingkupi semua ketertarikan teoritis yang tidak perlu merupakan sesuatu yang beralgoritma, dan tidak perlu dalam bentuk molekul, dan tidak perlu berguna dalam menganalisis data yang terkumpul.
Proteomics
Istilah proteomics pertama kali digunakan untuk menggambarkan himpunan dari protein-protein yang tersusun (encoded) oleh genom. Michael J. Dunn [DUNN2004], mendefiniskan kata “proteome” sebagai: “The PROTEin complement of the genOME“. Dan mendefinisikan proteomics berkaitan dengan: “studi kuantitatif dan kualitatif dari ekspresi gen di level dari protein-protein fungsional itu sendiri”. Yaitu: “sebuah antarmuka antara biokimia protein dengan biologi molekul”.
Pharmacogenomics
Pharmacogenomics adalah aplikasi dari pendekatan genomik dan teknologi pada identifikasi dari target-target obat. Contohnya meliputi menjaring semua genom untuk penerima yang potensial dengan menggunakan cara Bioinformatika, atau dengan menyelidiki bentuk pola dari ekspresi gen di dalam baik patogen maupun induk selama terjadinya infeksi, atau maupun dengan memeriksa karakteristik pola-pola ekspresi yang ditemukan dalam tumor atau contoh dari pasien untuk kepentingan diagnosa (kemungkinan untuk mengejar target potensial terapi kanker). Istilah pharmacogenomics digunakan lebih untuk urusan yang lebih “trivial” — tetapi dapat diargumentasikan lebih berguna– dari aplikasi pendekatan Bioinformatika pada pengkatalogan dan pemrosesan informasi yang berkaitan dengan ilmu Farmasi dan Genetika, untuk contohnya adalah pengumpulan informasi pasien dalam database.
Pharmacogenetics
Pharmacogenetics adalah bagian dari pharmacogenomics yang menggunakan metode genomik/Bioinformatika untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan genomik, contohnya SNP (Single Nucleotide Polymorphisms), karakteristik dari profil respons pasien tertentu dan menggunakan informasi-informasi tersebut untuk memberitahu administrasi dan pengembangan terapi pengobatan. Gambaran dari sebagian bidang-bidang yang terkait dengan Bioinformatika di atas memperlihatkan bahwa Bioinformatika mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan mempunyai peran yang sangat besar dalam bidangnya. Bahkan pada bidang pelayanan kesehatan Bioinformatika menimbulkan disiplin ilmu baru yang menyebabkan peningkatan pelayanan kesehatan.
Contoh-contoh Penggunaan Bioinformatika :
1. Bioinformatika dalam bidang klinis
Bioinformatika dalam bidang klinis sring juga disebut sebagai informatika klinis (clinical informatics). Aplikasi dari informatika klinis ini berbentuk manajemen data-data klinis dari pasien melalui Electrical Medical Record (EMR) yang dikembangkan oleh Clement J. McDonald dari Indiana University School of Medicine pada tahun 1972. McDonald pertama kali mengaplikasikan EMR pada 33 orang pasien penyakit gula (diabetes). Sekarang EMR telah diaplikasikan pada berbagai macam penyakit seperti data analisa diagnosa laboratorium, hasil konsultasi dan saran, foto rontgen, ukuran detak jantung, dll.
2. Bioinformatika untuk identifikasi Agent penyakit baru
Bioinformatika juga menyediakan tool yang sangat penting untuk identifikasi agent penyakit yang belum dikenal penyebabnya. Misalnya saja seperti SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang dulu pernah berkembang.
3. Bioinformatika untuk diagnose penyakit baru
Untuk menangani penyakit baru diperlukan diagnosa yang akurat sehingga dapat dibedakan dengan penyakit lain. Diagnosa yang akurat ini sangat diperlukan untuk pemberian obat dan perawatan yang tepat bagi pasien.
Ada beberapa cara untuk mendiagnosa suatu penyakit, antara lain: isolasi agent penyebab penyakit tersebut dan analisa morfologinya, deteksi antibodi yang dihasilkan dari infeksi dengan teknik enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), dan deteksi gen dari agent pembawa penyakit tersebut dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).
4. Bioinformatika untuk penemuan obat
Cara untuk menemukan obat biasanya dilakukan dengan menemukan zat/senyawa yang dapat menekan perkembangbiakan suatu agent penyebab penyakit. Karena perkembangbiakan agent tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor, maka faktor-faktor inilah yang dijadikan target. Diantaranya adalah enzim-enzim yang diperlukan untuk perkembangbiakan suatu agent.
Sumber :
http://reza_chan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.19
http://dewi_anggraini.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.7
https://www.oreilly.com/library/view/implementing-nap-and/9780470238387/9780470238387_who_is_the_trusted_computing_group_quest.html
http://dewanggaputra21.blogspot.com/2012/11/keamanan-komputer.html

0 comments: